Mantra ‘Man Jadda Wajada’ dalam Novel “Negeri 5 Menara”

Mantra ‘Man Jadda Wajada’ dalam Novel “Negeri  5 Menara”

Judul yang unik dan mengundang rasa ingin tahu, ketika pertama kali memandang buku ini yang membuat aku tertarik adalah sampulnya yang unik. Gambar sampulnya ada 5 buah menara yang berbeda –beda, monas, bigben di London, Monumen Washington, dan 2 buah menara masjid yang aku belum tahu masjid mana, semakin membuat bertanya-tanya. Ternyata ini adalah sampul Novel yang berjudul “Negeri 5 Menara” , novel yang diluncurkan sejak Agustus lalu di sejunlah took buku terkemuka di Tanah Air. Novel ini dusajikan bagai sebuah menu makanan sahur dan berbuka selama Ramadhan. Dengan mantra yang sekarang telah menjadi tren “Man Jadda wajada” (siapa yang bersungguh-singguh maka akan berhasil), mantra berbahasa Arab ini mungkin akan sering dibaca dan diucapkan oleh jutaan oreang yang masih memendam harapan, impian dan cita-cita dalam dalam hatinya.

Cerita yang diangkat novel ini sebenarnya biasa dan banyak ditemui. Kisah seorang anak yang harus merantau dari tanah Minang ke Jawa tepatnya Ponorogo untuk melanjutkan sekolah di Pondok Madani (PM). Disana ia mempunyai sahabat karib dengan raja yang berasal dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Mereka menyebut dirinya sahibul menara(orang yang memiliki Menara) karena kebiasaan mereka berkumpul  di bawah menara masjid sambil menunggu waktu Magrib tiba.

Lanjutan kisah ini sebenarnya mudah ditebak, sahibul menara akhirnya dapat mencapai impian mereka, baso yang tidak bias melanjutkan sekolahnya di PM karena harus merawat neneknya yang sakit dapat kuliah di Mekkah dengan berbekal hapalan seluruh isi Al Quran, Atang menjadi mahasiswa di Universitas Al Azhar, Kairo Mesir. Raja menetap di London setelah menyelesaikan kuliah hukum Islam di Madinah. Sedangkan Alif yang merupakan representasi sang Penulis berkesempatan untuk Studi  di Washington DC. Sedangkan Said dan Dulmajid mendapatkan impiannya untuk pulang kampung dan memajukan dunia pendidikan disana.  Kalau pingin tahu lebih lengkap baca aja bukunya…….

%d blogger menyukai ini: