Belok Kiri Langsung Denda 250 ribu.

Sekarang para pengendara bermotor harap berhati-hati karena ada peraturan baru yang akan segera diberlakukan oleh Kepolisian, yaitu setiapa pengendara kendaraan bermotor harus berhenti  ketika akan belok kiri. Kalau kita perhatikan masih banayk rambu-rambu laulu lintas yang bunyinya “ Belok kiri Jalan terus” nah itu sekarang tidak boleh, artinya meskipun kita mau belok kita tetap harus berhenti.

Aturan itu terdapat dalam Undang-undang (UU) Nomor 22 tahun 2009, yang mengubah peraturan belok kiri boleh langsung.

“Sekarang tidak boleh langsung belok kiri,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Condro Kirono, di Jakarta, Rabu (21/10). Bagi pengendara yang melanggar, ujarnya, akan ditilang dan dikenakan denda sebanyak Rp 250 ribu.

Diakuinya, aturan tersebut memang belum disosialisasikan kepada masyarakat. Walau begitu, dalam waktu dekat aturan itu akan segera diterapkan di lapangan. Sosialisasi juga akan segera dilakukan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, masih ada plang bertuliskan ‘Belok Kiri Boleh Langsung’ di beberapa perempatan jalan di Ibu Kota. Seperti yang terlihat di beberapa perempatan jalan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Sehubungan dengan hal ini, Condro mengatakan, akan segera berkordinasi dengan instansi terkait, agar plang-plang tersebut segera dicabut.

Terkait dengan aturan baru yang belum disosialisasikan ini, pengamat transportasi, Darmaningtyas mengemukakan, peraturan baru itu masih membuat bingung masyarakat. Menurut dia, dibutuhkan waktu sosialiasi sekitar satu tahun untuk membiasakan aturan baru tersebut. Itupun ditambah dengan pemasangan rambu larangan yang mencolok.

“Perlu sosialisasi ke masyarakat minimal satu tahun dan di setiap persimpangan perlu dibuat rambu larangan belok kiri langsung besar-besar,” tuturnya, di Jakarta, Rabu (21/10). Dia mengatakan, sosialisasi itu sangat diperlukan. Pasalnya, tidak semua warga masyarakat mengikuti perkembangan melalui media. Sehingga, pemasangan rambu dan penyuluhan dari petugas sangat diperlukan. “Tidak boleh langsung tilang saja,” katanya menambahkan.

Di bagian lain, Tulus Abadi dari YLKI menanggapi positif peraturan yang tertuang dalam UU No 22 Tahun 2009 itu. Dia berpendapat kendaraan yang bisa langsung belok kiri melanggar hak pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan. “Kalau kendaraan bisa langsung belok kiri kapan pejalan kaki bisa menyeberang jalan,” katanya.

Nah mulai sekarang berhatihatilah para pengendara bermotor kalau sampai melanggar langsung kena tilang Rp. 250.000,- loh………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: