Miyabi Oh ..Miyabi……

Kabar kedatangan Maria Ozawa, bintang porno asal Jepang telah menimbulkan berbagai macam reaksi masyarakat. Ada yang mendukung, ada pula yang menolak dan ada juga yang berencana untuk mencekal kedatangannya.

Seperti yang diberitakan beberapa media massa belakangan ini, Ustadz muda kondang Yusuf Mansyur pun angkat bicara dan merasa resah tentang kedatangan bintang porno asal Negeri Sakura tersebut. Miyabi dijadwalkan tiba 14 Oktober mendatang untuk melakukan shooting dengan Maxima production pada 15-22 Oktober 2009.

Penolakan keras terhadap Miyabi juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Lembaga tersebut dengan tegas menolak Miyabi. Menurut Ketua MUI, Ma’ruf Amin, meski Miyabi tidak akan main film porno tapi citra Miyabi sebagai bintang film porno yang sudah begitu kuat bisa memunculkan dampak negatif pada bangsa Indonesia. “Jangankan untuk main film datang ke Jakarta saja, dia belum tentu diperbolehkan.” Ujarnya.

Bukan hanya itu, sang penulis naskah dan salah satu pemain filmnya, Raditya Dika pun menjadi sasaran. Pria yang akrab dipanggil Radith tersebut, mendapat beberapa kecaman dan protes keras dari para blogger Indonesia.

Tidak perlu membahas tanggapan positif masyarakat, karena semua pasti tau yang mereka katakan seperti “nanti gue mau foto bareng miyabi” atau “EGP sama moral, Miyabi, I love you full”

Beberapa tanggapan dari blogger Indonesia yang menolak kedatangan miyabi:

Kutipan dari Blog Komisi Pencekalan Miyabi

Anda boleh saja sudah terbiasa dengan aksi-aksi miyabi pada film pornonya, tapi bagaimana perasaan anda jika mengetahui adik anda yang masih kecil atau anak anda yang masih duduk di bangku sekolah, mencuri-curi nonton film porno Miyabi karena pemberitaan tentang dirinya yang demikian heboh? Apakah anda tidak peduli? Anda atau kami boleh saja rusak atau tercemar, tapi lindungilah orang-orang yang kita cintai di sekitar kita.

Kutipan dari Abi Bakar Blog

Di film itu Miyabi akan diculik oleh 3 mahasiswa, salah satunya di perankan oleh Raditya. Ketika di tanya alasan memilih Miyabi sebagai pemain di filmnya, Raditya menjawab:

“Yang terpenting kita mau kasih lihat, bintang porno itu manusia juga"

Dari jawaban singkat ini saya ingin berkomentar: Apakah penting bagi seluruh penggemar Miyabi untuk mengetahui bahwa Miyabi (yg notabene sebagai bintang porno) adalah manusia? Bagi para penggemarnya, Miyabi itu manusia, jin, iblis gundoruwo atau dedemit tidaklah penting. Selama Miyabi masih sexy, masih merangsang, tubuhnya masih sintal, kulitnya masih mulus dan enak di lihat, maka tidak ada yang perlu di khawatirkan pula di ributkan.

Karena Miyabi sudah membentuk imej sebagai objek – tanpa perasaan – kecuali untuk memuaskan. Dari imej itulah ia mencari nafkah, secara fisik ia manusia namun sifat & prilaku : binatang (jika tidak mau di bilang robot)… iya dia binatang! Karena bertelanjang bulat di depan umum – gonta-ganti pasangan lalu ditontonin jutaan mata, bersenggama di depan khalayak ramai tanpa malu dan aktifitas lainnya yang jamak di temui pada diri binatang.

Namun binatang jauh lebih mulia dari Miyabi, karena mereka tidak berakal dan tidak melakukannya demi uang.

Lalu buat apa-apa kamu repot-repot menunjukan sisi kemanusian dari seorang yang lebih senang di sebut binatang atau dengan sengaja membuat imej bahwa dia adalah binatang? Bagi saya tindakan Raditya hanya mengada-ada dan mencari sensai, dia tidak sadar dampak buruk dari perbuatannya kelak.

Atau jiwamu terpanggil untuk menjadi jubir (juru bicara) para bintang porno umumnya dan Miyabi khususnya, untuk berbicara soal sisi humanisme mereka?

Tindakan kamu tidak lebih hanyalah mencari popularitas semata tanpa berfikir dosa dan akibatnya kelak. Kenapa saya katakan dosa dan akibatnya kelak? Karena dengan begini kamu telah mempromosikan Miyabi, tentu banyak pihak yang tadinya tidak tahu menjadi tahu. Nah elo dapet dosa tuh dari setiap orang yang menonton Miyabi, sadarkah dikau?

Kutipan dari Ada Apa Yep

Ustadz Yusuf Mansyur mengharap kedatangan Maria Ozawa dicekal karena latar belakang bintang porno ini yang memiliki image sangat buruk yang dapat meracuni bangsa Indonesia.

Tampaknya sang ustadz terlihat berang dengan informasi kedatangan dan rencana pembuatan film “Menculik Miyabi” yang akan diperankan oleh bintang porno Maria Ozawa ini.

Apa yang dilakukan Miyabi sangat jelas merusak mental, kalo saya jadi kepala negara, saya undang Miyabi ke Cikeas dan saya ceramahin suruh taubat. Jangan-jangan memang malah mau merusak bangsa ini,” terangnya.

Kutipan dari Blog Berita

Film bagus seperti Naga Bonar 2 wajar kita apresiasi dengan membayar tiket bioskop atau membeli VCD aslinya. Kualitas dan kreasi penciptanya memang layak dihargai dengan uang. Tetapi jangan lakukan hal itu pada film Ozawa, Menculik Miyabi.Blog Berita sangat yakin film ini tidak akan berbeda jauh dengan film-film lonte kelas murahan semacam film ML dan film hantu-porno Paku Kuntilanak. Jangan berharap mendapat cerita yang memukau atau sesuatu yang bermanfaat dari film-film Miyabi, apalagi kalau kini hendak disyuting oleh kru Indonesia.

Masih banyak lagi suara penolakan terhadap Miyabi di luar sana. Setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapat menurut pandangan dan kepercayaannya masing-masing asalkan berdebat dan diskusi dengan kepala dingin. Jangan lupa tinggalkan juga pendapat anda di kolom komentar dibawah ini.

http://kocakgila.com

%d blogger menyukai ini: