Produk Daur Ulang Bambu

Di zaman yang serba berbau teknologi seperti sekarang kita dituntut untuk dapat mengikuti arus teknologi yang begitu deras masuk ke sendi-sendi kehidupan kita. Untuk dapat mengikuti derasnya arus teknologi informasi diperlukan kepekaan tersendiri. Ketika kita sedang getol-getolnya berbicara teknologi kita dihadapkan dengan istilah Green Design atau design yang ramah lingkungan. Dengan maksud agar manusia dalam menciptakan suatu produk dapat mempertimbangkan dampak yang akan timbul dari pembuatan produk tersebut., baik dari segi proses  maupun hasil akhirnya.

Kerusakan lingkungan yang dewasa ini dari hari ke hari menjadi  ancaman serius terhadap kelangsungan makhluk hidup yang ada di bumi ini.  Hal ini adalah dampak dari  ketidakseimbangan pola hidup yang dilakukan oleh manusia. Manusia sebagai makhluk yang paling komplek dan yang paling sering untuk mengambil keuntungan dari alam sebagi pemenuhan kebutuhanya. Namun di dalam segala kemampuannya itu, manusia juga bisa menjadi individu yang sangat tidak bertanggung jawab. Kita tidak dapat memungkiri bahwa upaya pemenuhan kebutuhan kehidupan yang dilakukan oleh manusia merupakan penyumbang terbesar bagi kerusakan ekosistem alam.

Pemanfaatan barang-barang yang tidak terpakai atau limbah sedang digalakkan pemerintah dan berbagai pihak yang bermaksud untuk menjaga kelestarian lingkungan yang kita tempati.

Konsep eco-design muncul dan berkembang sebagai upaya untuk mengurangi dampak tersebut di atas. Eco-design sendiri merupakan suatupendekatan desain produk yang mempertimbangkan dampak yang bisa terjadi pada lingkungan dari seluruh daur hidup suatu produk. Produk yang dihasilkan melalui pengaplikasian konsep eco-design berupa produk yang fungsional dan relevan dengan kebutuhan hidup manusia sekaligus tidak memiliki efek negatif pada lingkungan.

Didalam pembuatan suatu produk yang menggunakan pendekatan eco-design ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan yaitu :

  1. Meminimalisir dampak yang bisa merusak system ekologi pada umumnya dan kesehatan manusia pada khususnya.
  2. Aspek untuk menjaga kelangsungan ekosistem, antara lain :
    1. Bahan yang digunakan tidak merusak lingkungan
    2. Proses pengolahan singkat dan efisien
    3. Penggunaan energi yang seminim mungkin
    4. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi harus ramah lingkungan
    5. Proses transportasi barang dan produk harus efisien

Dari sini penulis mencoba melakukan pengembangan desain dan pembuatan produk cinderamata sebagai elemen penghias ruangan melalui pendekatan eco-design. Selain sebagai pemenuhan kebutuhan estetik produk penghias ruangan yang kami beri nama “Produk Keseimbangan” juga bisa digunakan ini  sebagai cinderamata bagi teman maupun rekan bisnis.

DESAIN

Konsep penciptaan produk souvenir hiasan ruangan ini adalah untuk memperoleh posisi yang seimbang baik produk ini, artinya bahwa bentuk yang diperoleh tidak harus sesuai dengan aslinya tapi tentu saja tidak melenceng dari bentuk global dari acuan yang ada.

burung 1

Sket

Finishing burung 1

Contoh Finishing Karya

capung

Capung

kupu-kupu

Kupu-kupu

Display burung

Display Produk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: