Bank Sampah Pertama Di Dunia

Inilah yang dilakukan warga Badegan, Bantul, Yogyakarta. Mereka mengumpulkan, menyimpan lalu bahkan menabung sampahnya.

Pukul 4 sore, warga terlihat berkerumun di sebuah bangunan sederhana yang berukuran 8 kali 12 meter. Lantainya tanah, tanpa pintu dan jendela. Di tembok tak bercat terpampang spanduk besar bertuliskan Bank Sampah Gemah Ripah. Sedangkan di kiri kanan dinding tertempel tulisan ajakan membuang sampah dan tumpukan puluhan kantong sampah. Mereka yang berkumpul adalah nasabah bank sampah gemah ripah. Bukan bank biasa, tidak ada lantai keramik, perangkat komputer maupun petugas berseragam.

Ismiyati dan beberapa warga menunggu dalam antrian sambil ngobrol di depan meja petugas bank. Tangannya menenteng 2 kantong berisi sampah kertas dan plastik yang sudah dipilah. Ismiyati disambut Galuh dan Sita, dua petugas bank yang biasa disebut teller. Ismiyati lalu menyerahkan tabungannya. Bukan dalam bentuk uang, melainkan sampah yang ditentengnya. Dengan cekatan, Galuh menimbang dan melabeli tas isi sampah itu, sementara Sita mencatat berat sampah di buku tabungan. Hanya butuh waktu  3  menit, Ismiyati sudah menerima bukti penyetoran sampah. Semua pencatatan dilakukan dengan tangan.

Setiap kantong sampah milik nasabah atau penabung diberi label  agar tidak tertukar dengan nasabah lain. Kemudian kantong sampah itu disimpan dalam bilik penyimpanan sampah sesuai jenisnya. Teller mencatat dan mencocokkan lagi semua penyetoran nasabah dalam buku besar yang disebut buku induk. Lanjutkan membaca

Mantra ‘Man Jadda Wajada’ dalam Novel “Negeri 5 Menara”

Mantra ‘Man Jadda Wajada’ dalam Novel “Negeri  5 Menara”

Judul yang unik dan mengundang rasa ingin tahu, ketika pertama kali memandang buku ini yang membuat aku tertarik adalah sampulnya yang unik. Gambar sampulnya ada 5 buah menara yang berbeda –beda, monas, bigben di London, Monumen Washington, dan 2 buah menara masjid yang aku belum tahu masjid mana, semakin membuat bertanya-tanya. Ternyata ini adalah sampul Novel yang berjudul “Negeri 5 Menara” , novel yang diluncurkan sejak Agustus lalu di sejunlah took buku terkemuka di Tanah Air. Novel ini dusajikan bagai sebuah menu makanan sahur dan berbuka selama Ramadhan. Dengan mantra yang sekarang telah menjadi tren “Man Jadda wajada” (siapa yang bersungguh-singguh maka akan berhasil), mantra berbahasa Arab ini mungkin akan sering dibaca dan diucapkan oleh jutaan oreang yang masih memendam harapan, impian dan cita-cita dalam dalam hatinya.

Lanjutkan membaca

UFO Di Bojongsoang Bandung Ternyata Layang-Layang


BENDA asing di langit yang terlihat di Griya Bandung Indah (GBI) Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa (27/10) malam, ternyata adalah layang-layang.

Beberapa hari terakhir warga GBI heboh dengan penampakan benda di angkasa, bahkan ada yang menduga benda itu adalah UFO (unidentified flying object). Layang-layang yang sengaja diterbangkan malam hari itu diketahui milik Icung (25) yang tinggal di blok K perumahan GBI. Pegawai Pemda tersebut mengaku menerbangkan layang-layang miliknya pada Selasa (27/10) malam.

Icung menuturkan, layang-layang tersebut berbentuk burung garuda berukuran sekitar 1,5 meter x 1 meter dilengkapi dengan baterai dan lampu. “Kalau diterbangkan malam hari akan menyala, tapi tidak terlihat bentuk layng?layangnya,” kata Icung saat dihubungi Tribun,

Sumber: Tribun Jabar

UFO Kembali Muncul Di Bandung

 091029bufo

Sumber : http://berita.liputan6.com

Setelah muncul di Jakarta Benda tidak di kenal atau lebih sering disebut UFO kembali terlihat di Daerah Bojongsoang Bandung, Jawa Barat. Pasalnya pada hari Selasa 27/10 malam lalu warga di hebohkan dengan munculnya benda putih yang bergerak pelan di kegelapan langit setelah turun hujan.

Penampakan yang berwujud cahaya ini diabadikan warga Bojongsoang dengan kamera telepon genggam inilah yang telah membuat kehebohan dan masih menjadi bahan pembicaraan hangat sampi saat ini.

Menurut peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN Bandung, Nizam Ahmad, melihat cara benda ini bergerak, tidak tertutup kemungkinan itu adalah UFO.

ALIRAN SESAT PERGURUAN ILMU KALAM “SANTRILOKA”

Mojokerto – Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan) menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Karena bukan perintah, Gus Aan menyarankan para santrinya tidak perlu salat. “Sejak kecil saya dididik dan sudah pernah salat. Sekarang pertanyaannya, apakah masih salat. Saya jawab sekarang tidak perlu, karena bukan perintah Allah,” kata Gus Aan kepada detiksurabaya.com, Rabu (28/10/2009). Lanjutkan membaca

Transkrip Rekaman Kriminalisasi KPK? benar tidak ya..?

Transkrip Rekaman Kriminalisasi atau Rekayasa kasus Pemimpin KPK non aktif Chandra M Hamzah dengan Bibit Samad Rianto yang telah ditetapkan tersangka oleh pihak Kepolisian RI dalam perkara dugaan penyalahgunaan wewenang kini mengemuka kepermukaan.

Kuasa hukum Bibit dan Chandra, Ahmad Rivai mengaku mempunyai bukti rekayasa kasus pimpinan KPK tersebut, bahkan Bibit sendiri sempat menuturkan bukti tersebut sudah berada di tangan ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean.

Dalam rekaman tersebut diduga berisi percakapan antara Anggodo Widjojo dengan Wisnu Subroto serta beberapa orang lainya, bahkan nama Abdul Hakim Ritonga sebagai Jaksa Agung juga sering disebut-sebut ada didalam percakapan rekaman tersebut.

Dalam percakapan itu terkuak rencana untuk menyeret pimpinan KPK dalam perkara suap dari bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo. Lanjutkan membaca

HUMANISME

Sejak Rene Descartes (ahli filosof dan matematika dari Perancis; 1596-1650), membagi manusia menjadi dua bagian yang terpisah tetapi satu kesatuan yang saling berinteraksi yaitu jiwa dan raga, para filosof, psikolog, dokter, dan ahli lain telah mencoba untuk menggabungkan kembali organisme tersebut, untuk memperlakukan seperti hal yang dipersatukan, mengorganisir secara utuh.
Holisme, bila ditelusuri dari akarnya berasal dari konsep Aristoteles (filosof dari Yunani), Baruch Spinoza (filosof Belanda), dan William James (filosof dan psikolog dari Amerika), yang berkaitan dengan pergerakan Gestalt sebelum perang dunia I. Konsep holisme selalu mengemukakan bahwa organisme merupakan satu kesatuan yang utuh, bukan terbagi-bagi dalam bagian-bagian. Pikiran dan tubuh bukan merupakan bagian yang terpisah, tetapi merupakan satu bagian yang utuh, dan apabila terjadi sesuatu pada salah satunya maka akan berpengaruh pada keseluruhan.

Meskipun banyak teori kepribadian kontemporer mengadopsi lebih atau kurang dari orientasi holistik, konsep teori dari Abraham Maslow dan Carl Rogers ini berbeda dengan teori Freud, Carl Jung, Henry Murray dan Gordon Allport, walaupun mereka mengidentifikasi diri mereka sebagai tokoh-tokoh pergerakan humanistik dalam psikologi modern. Konsep humanisme yang diusung oleh Abraham Maslow mengemukakan bahwa yang menentukan keberhargaan seorang manusia adalah kapasitas atau kemampuannya untuk dapat merealisasikan diri. Teori humanistik percaya bahwa manusia memiliki potensi diri untuk sehat dan kreatif, jika kita mau menerima tanggung jawab bagi kehidupan diri kita sendiri.
Lanjutkan membaca