ALIRAN SESAT PERGURUAN ILMU KALAM “SANTRILOKA”

Mojokerto – Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan) menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Karena bukan perintah, Gus Aan menyarankan para santrinya tidak perlu salat. “Sejak kecil saya dididik dan sudah pernah salat. Sekarang pertanyaannya, apakah masih salat. Saya jawab sekarang tidak perlu, karena bukan perintah Allah,” kata Gus Aan kepada detiksurabaya.com, Rabu (28/10/2009).

Dalam perbincangan dengan detiksurabaya.com di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan Gang 5, Kota Mojokerto, Gus Aan menyatakan siap salat, jika ada pahala dari Allah. “Berhubung ini bukan perintah Tuhan, buat apa kalian lakukan salat,” tegas Gus Aan. Menurut Gus Aan, salat merupakan ajaran budi pekerti. Bukan ajaran fisik yang dimulai takbiratul ihram dan diakhiri salam. “Seperti salat Dhuhur. Bukan 4 rakaat yang diminta Tuhan. Melainkan yang diminta Tuhan agar kita berbudi luhur,” kata Gus Aan. Gus Aan menyatakan tidak ada pahala bagi orang yang salat. “Kalau salat 4 rakaat diberi pahala oleh Tuhan, saya akan salat 8 rakaat. Kira-kira diberi berapa kilo oleh Tuhan. Apa Anda dapat pahala selama ini,” kata Gus Aan kepada detiksurabaya.com dengan nada penuh tanya. Komunitas Perguruan Ilmu Kalam Santriloka ini juga memperkenalkan 4 jenis salat. Yaitu Salat Maghrib, Isya, Subuh dan Dhuhur. Namun ke-4 jenis salat itu, tidak sama dengan salat umat Islam. Begitu pula salat Ashar juga tidak dikenal di komunitas ini. Menurut Aan, Maghrib berarti Mageri Urip (Membentengi hidup) dengan budi pekerti, Isya berarti isak-isakno (Sebisa mungkin) berbuat baik kepada sesama, Subuh berarti ojo kesusu labuh (Jangan mudah percaya) dan Dhuhur berarti nduweni budi luhur (Bermoral). Jika sudah bisa melakukan 4 jenis salat itu, maka tidak perlu salat Ashar, yang berarti ojo kesasar (Jangan tersesat). “Karena salat Ashar itu perintah agar tidak tersesat, maka salat Ashar tidak ada,” kata Gus Aan menyatakan salat komunitas ini tidak seperti umat Islam lainnya. Sumber : http://surabaya.detik.com ojokerto – Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf’an (Gus Aan) menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Karena bukan perintah, Gus Aan menyarankan para santrinya tidak perlu salat. “Sejak kecil saya dididik dan sudah pernah salat. Sekarang pertanyaannya, apakah masih salat. Saya jawab sekarang tidak perlu, karena bukan perintah Allah,” kata Gus Aan kepada detiksurabaya.com, Rabu (28/10/2009). Dalam perbincangan dengan detiksurabaya.com di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan Gang 5, Kota Mojokerto, Gus Aan menyatakan siap salat, jika ada pahala dari Allah. “Berhubung ini bukan perintah Tuhan, buat apa kalian lakukan salat,” tegas Gus Aan. Menurut Gus Aan, salat merupakan ajaran budi pekerti. Bukan ajaran fisik yang dimulai takbiratul ihram dan diakhiri salam. “Seperti salat Dhuhur. Bukan 4 rakaat yang diminta Tuhan. Melainkan yang diminta Tuhan agar kita berbudi luhur,” kata Gus Aan. Gus Aan menyatakan tidak ada pahala bagi orang yang salat. “Kalau salat 4 rakaat diberi pahala oleh Tuhan, saya akan salat 8 rakaat. Kira-kira diberi berapa kilo oleh Tuhan. Apa Anda dapat pahala selama ini,” kata Gus Aan kepada detiksurabaya.com dengan nada penuh tanya. Komunitas Perguruan Ilmu Kalam Santriloka ini juga memperkenalkan 4 jenis salat. Yaitu Salat Maghrib, Isya, Subuh dan Dhuhur. Namun ke-4 jenis salat itu, tidak sama dengan salat umat Islam. Begitu pula salat Ashar juga tidak dikenal di komunitas ini. Menurut Aan, Maghrib berarti Mageri Urip (Membentengi hidup) dengan budi pekerti, Isya berarti isak-isakno (Sebisa mungkin) berbuat baik kepada sesama, Subuh berarti ojo kesusu labuh (Jangan mudah percaya) dan Dhuhur berarti nduweni budi luhur (Bermoral). Jika sudah bisa melakukan 4 jenis salat itu, maka tidak perlu salat Ashar, yang berarti ojo kesasar (Jangan tersesat). “Karena salat Ashar itu perintah agar tidak tersesat, maka salat Ashar tidak ada,” kata Gus Aan menyatakan salat komunitas ini tidak seperti umat Islam lainnya. Sumber : http://surabaya.detik.com

2 responses to this post.

  1. hua…ha…ha….ha…..orang gila kok ditanyain. emang nabi Muhammad dari jawa, Al-Quran berbahasa jawa? bisa-bisanya ngartiin sholat dalam bahasa jawa. Ini orang emang harus dipasung dan ditaruh di RSJ. dah miring otaknya.

    Balas

  2. Posted by agung widiarso on Agustus 3, 2010 at 2:26 pm

    ya di luruskan aja….wong salah arah menuju surga kok malah d bawa k RSJ….

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: